Sejarah Karburator Cara Kerja Karburator
Tepatnya di tahun 1896 sendiri, Frederick bersama saudaranya menciptakan mobil pertama memakai bahan bakar dari bensin tepatnya di Inggris, dengan sistem silinder tunggal yang bertenaga sebesar 4 kW atau 5 HP dan mesin pembakarannya memakai internal combutioni.
Karburator sendiri biasanya digunakan pada mobil yang berbahan bakar dari bensin hingga akhir tahun 1980-an. Sesudah banyaknya kendali elektronik yang dipakai pada mobil, maka penggunaan dari karburator pun digantikan memakai sistem injeksi dari bahan bakar sebab lebih gampang terintegrasi ke dalam sistem lainnya demi menggapai efisiensi pada bahan bakar.
Jenis-Jenis Karburator
Karburator
sebenarnya bisa dikelompokkan berdasarkan barel, tipe venturi dan arah
aliran udara. Masing-masing karburator memadukan ketiganya dalam hal
desain. Adapun di antaranya adalah sebagai berikut:- Barel
Barel merupakan saluran udara di dalamnya terdapat sebuah venturi. Adapun Barel sendiri dibagi menjadi singlet barel dan multi barel. Single barel biasanya hanya mempunyai satu barel saja. Digunakan untuk mobil yang berkapasitas mesin rendah atau pada sepeda motor. Untuk tipe ini, segala kebutuhan dari bahan bakar di berbagai macam putaran mesin pun dapat dilayani satu barel saja. Dalam putaran mesin yang rendah, dengan diameter venturi lebih besar dibandingkan multi barel, maka menghasilkan tenaga pun menjadi lebih lambat. Sementara multi barel sendiri memiliki 2-4 barel. Hal ini bertujuan agar memenuhi kebutuhan aliran udara lebih besar khususnya pada mesin berkapasitas lebih besar. Sementara kecepatan aliran secara maksimal dalam venturi karburator tipe multi barel sendiri lebih kecil, dengan begitu kerugian gesekan yang dihasilkan pun menjadi lebih kecil. - Venturi
Untuk venturi sendiri terbagi menjadi venturi tetap dan bergerak. Venturi tetap memiliki ukuran yang selalu tetap. Di mana peda gas mengontrol katup udara untuk menentukan jumlah aliran udara melalui venturi. Dengan begitu, akan menentukan berapa tekanan yang diperlukan agar bisa memanfaatkan bahan bakar. Pada venturi bergerak sendiri pedal gas mengontrol besarnya venturi memakai piston yang bisa naik-turun. Hal tersebut agar bisa membentuk celah pada venturi supaya bisa berubah-ubah. Adapun naik turun pada piston ventori tersebut diiringi dengan sistem naik turunnya pada needle jet. Adapun tujuannya mengatur besarnya jumlah bahan bakar untuk bisa tertarik. Adapun tipe venturi bergerak sendiri biasanya dinamakan tekanan tetap, sebab tekanan udara selalu sama sebelum memasuki bagian venturi. - Arah Aliran Udara
Arah aliran udara sendiri terbagi menjadi 3 bagian, di antaranya downdraft atau aliran turun, sidedraft atau aliran datar, dan updraft atau aliran naik. Downdraft sendiri merupakan udara masuk pada atas karburator kemudian keluar lewat karburator bagian bawah. Sidedraft adalah udara masuk pada sisi samping kemudian mengalir melalui arah mendatar kemudian keluar lewat bagian di sebelahnya. Sementara updraft merupakan kebalikan downdraft, di mana udara masuk di bagian bawah dan keluar lewat bagian atas.
Cara Kerja Karburator Motor atau Mobil Berkapasitas Mesin Kecil
Prinsip kerja karburator sendiri menggunakan prinsip kerja Bernoulli, di mana semakin cepat aliran udara bergerak sehingga semakin kecil pula besar tekanan statisnya, tetapi tekanan dinamisnya semakin tinggi. Pedal gas dalam mobil biasanya tak secara langsung mengontrol besarnya aliran pada bahan bakar saat masuk pada ruang bakar. Sebenarnya pedal gas sendiri mengendalikan katup pada karburator supaya bisa menentukan jumlah aliran udara ketika masuk pada ruang bakar. Adapun udara yang bergerak pada karburator tersebut mempunyai tekanan agar menarik bahan bakar menuju ruang bakar.Cara kerja dari karburator pada sepeda motor itu sendiri, ketika dihidupkan maka piston pada silinder akan menghisap, di mana hisapan ini menjadikan udara di luar masuk pada karburator. Kemudian kecepatan udara akan mengalir melalui spuyer kecil, maka menyebabkan tekanan udara rendah. Sebagai akibatnya bensin pada ruang pelampung pun akan turut terhisap keluar lewat spuyer kecil. Bahan bakar yang keluar naik bercampur bersama udara berbentuk gas atau kabut yang mana merupakan campuran udara bersama bensin. Gas tersebut pun masuk menuju ruang bakar pada mesin untuk dibakar begitupun dengan karburator satria fu.
Umumnya mesin berkarburator sendiri hanya mempunyai 1 macam karburator, tetapi ada juga yang memakai 1 karburator pada tiap silinder. Hal tersebut inilah yang kemudian menjadi trend saat modifikasi motor yang ada di Indonesia memakai banyak karburator atau multi carbu. Akan tetapi biasanya hal tersebut hanya dipakai sebagai aksesori saja dan tidak memperhatikan fungsi teknisnya.
Biasanya mesin-mesin pada generasi awal memakai karburator updraft atau aliran ke atas, yang mana udara masuk lewat karburator bagian bawah kemudian keluar lewat bagian atas. Adapun keunggulan dari desain tersebut yaitu bisa menghindar masalah mesin yang banjir, yang disebabkan kelebihan dari bahan bakar berjenis cair yang langsung tumpah menuju keluar karburator. Sehingga tak sampai masuk pada intake mainfold.
Adapun keunggulan lainnya yaitu bagian bawah pada karburator sendiri bisa langsung disambungkan bersama saluran oli agar terdapat sedikit oli masuk pada aliran udara. Serta dipakai untuk membasuh bagian filter udara, tetapi dengan memakai filter udara bermaterial kertas maka pembasuhan memakai oli pun tak akan dibutuhkan kembali. Hingga akhir tahun 1930-an, karburator downdraft serta side draft pun mulai terkenal dan dipakai untuk kebutuhan otomotif.
Sistem Operasi Karburator
Dalam operasinya sendiri, maka sebuah karburator harus bisa mengatur jumlah aliran udara saat memasuki ruang bakar, mencampur bahan bakar dan aliran udara secara sempurna dengan rata dan mendistribusikan bahan bakar pada jumlah yang sesuai seperti aliran udara masuk menuju ruang bakar, dengan begitu rasio udara atau bahan bakar pun tetap terjaga.Hal tersebut akan mudah dilakukan bila udara dan bensin merupakan fluida ideal. Namun kenyataannya, melalui sifat alami yang dimiliki oleh kedua fluida ini yakni dengan adanya inersia fluida, gaya gesek fluida, viskositas dan lainnya, maka karburator pun menjadi lebih kompleks untuk mengatasi kondisi ketidak idealan fluida tersebut.
Tak hanya itu saja, karburator pun harus tetap bisa memproduksi campuran antara udara/bensin dengan tepat pada kondisi apapun. Sebab karburator mesti beroperasi dengan putaran mesin, temperatur, gaya sentrifugal dan tekanan udara yang begitu beragam. Dalam hal ini, karburator wajib beroperasi pada kondisi start keadaan panas, start mesin keadaan dingin, berjalan dengan putaran rendah, akselerasi saat membuka gas tiba-tiba, kecepatan stabil pada gas yang sebagian terbuka dengan jangka panjang dan kecepatan tinggi pada gas yang terbuka penuh, semoga berguna.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar